Skip to content

Potensi dan Pegangan Hidup

April 15, 2009

Oleh IB Hery J


Matrasparsas tu kaunteya, sitosnasukhadukhadah, Agamapayino’nityas, tams titiksaswa bhatara. (Bhgawadgita, II. 15 ). Artinya: Sesungguhnya hubungan dengan benda jasmaniah, oh Arjuna, menimbulkan panas dan dingin, senang dan duka datang dan pergi, tidak kekal, terimalah, hai Arjuna.

Masyarakat dan kebudayaan manusia baik yang primitif maupun modern di manapun selalu berada dalam keadaan berubah. Dinamika kehidupan masyarakat dan kebudayaan ini membawa konsekwensi suka dan duka pada kehidupan manusia, lebih-lebih kehidupan sekarang berada pada fase transisi sosial. Menurut I Wayan Geria, (1989 : 20 – 22) Transisi Sosial, maksudnya perubahan dari kondisi struktur dan kultur agraris menuju struktur dan kultur industri dengan ciri-ciri antara lain: (1) kehidupan dinamika dan sedang berubah, (2) adanya unsur-unsur lama yang hilang atau ditinggalkan, unsur-unsur yang baru diadopsi, (3) kehidupan manusia, masyarakat dan kebudayaan relatif labil, (4) berkembangnya persepsi, sikap dan interpretasi baru terhadap berbagai unsur, (5) berkembangnya berbagai variasi integrasi dan konflik dalam masyarakat, (6) adanya berbagai pergeseran norma dan nilai dalam masyarakat, khususnya berkaitan dengan perkembangan iptek ekonomi, rasionalisme dan kebebasan, dan (7) Identitas berkembang secara mikro dan makro.

Dalam upaya antisipati terhadap berbagai masalah tersebut bagi manusia dan masyarakat Hindu khususnya perlu adanya pegangan, potensi dan kemampuan sumber daya manusia internal dan eksternal untuk senantiasa dapat tumbuh dan berkembang selaras, seimbang dengan perkembangan lingkungan. Potensi dasar sebagai pegangan hidup bagi masyarakat Hindu dalam membina ketahanan budaya maupun sebagai landasan membina kemampuan untuk berkembang, ada beberapa konsep sebagai berikut

1. Konsep Rwa Bhineda, adalah ajaran dualisme yang merefleksikan bahwa dalam hidup ini selalu ada dua katagori yang berlawanan yaitu, baik dan buruk, sakral dan profan, suka dan duka, hulu dan hilir dan seterusnya.

2. Desa Kala Patra, adalah konsep ruang, waktu dan keadaan yang berintikan penyesuaian atau keselarasan serta dapat menerima keragaman dalam keseragaman atau perbedaan dalam kesatuan. Sehingga dengan demikian memberikan landasan yang luwes dalam komunikasinya ke dalam maupun keluar dan menerima perbedaan dan variasi menurut faktor tempat, waktu dan keadaan.

3. Tri Hita Karana, adalah tiga penyebab kesejahteraan dalam kehidupan, yaitu keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama dan manusia dengan lingkungannya.

4. Catur Purusa Artha, adalah empat tujuan hidup manusia yang mencakup mencari harta (artha), dan kesenangan (kama). Mencari harta dan kesenangan harus dilandasi oleh kebenaran ajaran agama (dharma) dan akhirnya tercapailah kebahagiaan yang hakiki (moksa). Ajaran ini intinya membina kehidupan yang seimbang materiil dan spiritual di dunia ini dan di dunia akhirat, juga mengandung makna pengendalian diri.

5. Taksu dan Jengah, merupakan dua paradigma dalam kebudayaan Bali yang perlu dihayati dan dikembangkan. Taksu adalah kekuatan dalam yang memberi kecerdasan dan keindahan. Taksi merupakan hasil dari kerja keras, dedikasi, penyerahan diri pada bidang tertentu secara murni dan disiplin. Taksu, sebagai pangkal aktivitas dan landasan kemampuan dalam menghasilkan karya-karya besar. Jengah merupakan dasar sifat-sifat dinamik yang menjadi pangkal segala perubahan dalam kehidupan masyarakat. Taksu dan jengah, dua kekuatan dalam yang saling mengisi secara terus menerus dalam rangka meningkatkan potensi diri menghadapai perubahan lingkungan.

Demikianlah beberapa potensi dan pegangan hidup yang dijadikan landasan berpikir berkata dan berbuat bagi masyarakat Hindu dalam upaya antisipasi perubahan lingkungan sosial budaya dimanapun mereka berada. Potensi dan pegangan hidup tersebut mengacu pada konsep-konsep tradisional yang bersumber pada Agama dan kebudayaan. Dalam kaitan ini peranan pendidikan dalam arti luas dan penguasaan iptek sangat penting.**

From → Warung

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: