Skip to content

Antre Bensin

April 17, 2008

Menjadi pemandangan yang ironis ketika saya membeli premium untuk sepeda motor di SPBU, ketika antrean yang cukup panjang, pembeli premium berbaris duduk di atas sepeda motor masing-masing sambil menunggu giliran tanpa mematikan sepeda motor. Sangat ironis bukan? Kita datang ke SPBU untuk membeli premium (yang katanya persediaan di bumi semakin menipis dan menjadi mahal seharga USD 110 per barrel) namun perilaku kita bertentangan, mengantre dengan mesin kendaraan masih hidup tentu saja bensin (premium) akan habis terbuang percuma. Bukankan lebih bijak kalau mesin kendaraan dimatikan terus sambil duduk di atas kendaraan juga kita bisa menggeser sepeda motor kita.

Memang hal itu menjadi hak setiap orang terhadap apa yang dilakukannya semasih tidak melanggar hukum, namun demikian mengingat BBM yang kita konsumsi ada unsur subsidi pemerintah yang datangnya dari pajak yang kita bayar maka sewajarnya kita menghemat BBM dari hal-hal yang kecil, dari diri kita sendiri sehingga pajak yang tadinya untuk subsidi BBM bisa dialihkan pemerintah ke hal-hal yang lebih bermanfaat dan mensejahterakan rakyat.

From → Warung

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: